Mengetahui Sejarah Hari Minggu menjadi Hari Libur

Hallo Sobat…berbicara tentang hari Minggu, ternyata hari Minggu bisa menjadi topik tersendiri. Banyak orang yang sudah berpendapat baik melalui tulisan maupun lisan tentang hari Minggu ini. Penulis juga tertarik untuk belajar sehingga penulis mendengarkan katekese dari Rama Istimoer Bayu Ajie (seorang presbiter Katolik yang sangat bisa dipercaya).

Karena penulis merasa ini penting untuk diketahui, maka penulis tulis di blog ini pertama tama untuk pengetahuan penulis dan mungkin bisa bermanfaat juga bagi para sahabat semua. Untuk Rama Bayu salam hormat dan mohon izin…

A. Sejarah hari Minggu

1. Istilah (Terminologi) Minggu.
Kalau kita melacak akar katanya, kata Minggu berasal dari akar kata Latin Dominica yang kemudian diserap ke dalam bahasa Portugis Domingo.

Pada Tahun 1500 Masehi, orang orang Portugis datang ke Nusantara untuk menguasai rempah-rempah.

Maka, beberapa kata Portugis sering didengar oleh orang orang Nusantara, terutama orang Indonesia Timur, walaupun belum ada nama Indonesia Timur waktu itu. Nusantara masih berbentuk kerajaan dan masih terpisah pisah satu dengan yang lain.

Kata Domingo (Bahasa Portugis) diserap kedalam bahasa Nusantara waktu itu bahasa Melayu. Domingo dilatahkan Dominggu lama lama Do nya hilang menjadi Minggu. Inilah sebenarnya etimologi atau asal kata Minggu.

Kata Dominica bahasa Latin menjadi Domingo bahasa Portugis akhirnya Minggo, Minggu hilang Do nya menjadi Minggu, juga sering dinamakan proses penyerapan kata (Fonetik korespondensi atau metode untuk menemukan hubungan antar bahasa dalam bidang bunyi bahasa).

Kata Dominica atau lengkapnya (Dies) Dominica jika diartikan secara harafiah berarti Hari Tuhan.
Karena kata Minggu berasal dari akar kata Dominica, maka secara harafiah hari Minggu juga bermakna Hari Tuhan.

Jadi Minggu=Hari Tuhan=Dominica.

2. Manakah akar kata Dominica dalam bahasa latin?
Kata Dies Dominica atau singkatnya Dominica diambil dari Alkitab Vulgata (Alkitab terjemahan bahasa latin).
Perlu diketahui Alkitab orang Kristen yang asli terdiri dari Alkitab Perjanjian lama yang ditulis dalam Bahasa Ibrani dan Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam Bahasa Yunani.
Pada tahun 400an Bapa Paus Damasus I, memerintahkan seorang Bapa Gereja bernama Hieronimus untuk menerjemahkan Alkitab bahasa asli (Alkitab Perjanjian lama yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam Bahasa Yunani) ke dalam Bahasa Latin.

Waktu yang dibutuhkan untuk menerjemahkan adalah 40 tahun. Dan waktu menerjemahkan itu Santo Hieronimus berada di Yerusalem. Setelah selesai menerjemahkan, Alkitab tersebut dipersembahkan kepada Gereja Kristen(Katolik) yang dikenal dengan nama Alkitab Vulgata atau lengkapnya Biblia Sacra Vulgata.

Jadi apa yang dimaksud Biblia Sacra Vulgata adalah Alkitab resmi umat Katolik terjemahan dari bahasa asli ke bahasa latin.

Resmi artinya dipakai dalam liturgi dan dibacakan di dalam liturgi. Sehinga liturgi Gereja Katolik terutama Ritus Latin selalu menggunakan bahasa latin baik cuplikan cuplikan doanya dan mazmurnya semuanya diambil dari Alkitab Vulgata.

Dalam Kitab Wahyu 1:10 tertulis:
#Alkitab Vulgata
Apoc 1:10 Fui in spiritu in dominica die et audivi post me vocem magnan tamquam tubae.
Jika diterjemahan lurus kata perkata berbunyi (aku dipenuhi Roh pada hari Tuhan dan aku mendengar di belakangku suara yang besar bagaikan (alat music) tuba)

#Alkitab terjemahan dalam Bahasa Indonesia
Wahyu 1:10 Pada hari Tuhan aku(Yohanes) dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,

Dari sinilah sebenarnya asal kata Dominica yang kemudian diterjemahkan Hari Tuhan atau kita sering menyebutnya Minggu dalam Bahasa Indonesia.
Maka jika kita menyebut hari pertama dalam pekan adalah hari Minggu, dasarnya adalah Alkitab Vulgata Kitab Wahyu 1:10

Setelah kita mengetahui bahwa Dominica Die atau singkatnya Dominica adalah Hari Tuhan, maka mari kita melihat tulisan asli Kitab Wahyu 1:10 dalam bahasa Yunani;

Yang dicetak kuning di baca ti kiriaqi imera (ti= kata sandang), (Kiriaqi=Tuhan), (Imera=hari)
Maka kenapa di bahasa latin diterjemahkan Dominica die karena dari terjemahan lurus bahasa aslinya yaitu Kiriaqi Imera.
Kiriaqi akar katanya Kireos artinya Tuhan
Dominica akar katanya Dominus artinya juga Tuhan.

Maka Kitab Wahyu 1:10 jika dikontekskan dapat juga dibaca demikian ;
Pada hari Minggu aku (Yohanes) dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Hari Minggu adalah hari pertama dalam pekan, hari Kebangkitan Kristus, hari orang orang kristen awal melakukan peribadatan.


3. Dua Makna Hari Tuhan
Jika kita membuka Alkitab ada 2 makna istilah Hari Tuhan.
Makna pertama adalah makna sebuah peristiwa Parousia(bdk 1 Kor 1:8, 2Ptr 3:10)
Parousia adalah kedatangan sang Kristus yang kedua atau akhir zaman atau kiamat.

Makna kedua adalah Makna Dominica atau makna sebagai nama hari seperti yang dimaksud pada Kitab Wahyu 1:10

1. Makna Parousia
Jika kita baca pada 1 Korintus 1:8
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam bahasa latin 1 Cor. 1:8
Qui et confirmabit vos usque ad finem sine crimine in die adventus Domini nostril lesu Christi.

Yang dimaksud hari Tuhan atau die (adventus) domini(bahasa latin) atau Imera tou Kuriou (bahasa Yunani) adalah hari Kiamat.

Demikian juga jika kita baca pada 2 Petrus 3:10
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Teks asli juga berbunyi Imera Kuriou teks latin berbunyi Dies Domini dimana hari Tuhan disini yang dimaksud adalah hari Kiamat.

2. Makna Dominica(sebuah nama hari)
Kitab Wahyu 1:10
Hari Tuhan berarti Hari Minggu atau hari pertama dalam pekan.

Tetapi dalam perkembangan selanjutnya dalam pemakaian bahasa Latin, makna Parousia lama lama menghilang meski dalam alkitab tetap tertulis.
Maksudnya adalah menghilang dalam khasanah pikiran orang. Ketika orang menyebut hari Tuhan, maka yang terpikir hanya hari Tuhan sebagai hari pertama.

B. Aktivitas pada hari Minggu

Santo Paulus menjelaskan bagaimana aktivitas orang orang Kristen awal pada hari pertama dalam pekan (Hari Minggu).

Kisah Para Rasul 20:7
Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.

Disebutkan bahwa pada hari pertama(Hari Minggu) orang orang Kristen awal melakukan Fractio Panis (memecah mecahkan roti).
Kita harus ingat bahwa istilah memecah mecahkan roti adalah ekaristi atau yang sekarang kita kenal misa.
Pada jaman para rasul belum ada istilah ekaristi untuk menyebut memecah mecahkan roti apalagi misa. Ekaristi baru muncul pada abad 2.

Berarti pada zaman para rasul hari pertama atau hari minggu orang orang Kristen sudah melakukan Fractio Panis atau misa .
Lukisan kuno orang kristen melakukan fractio panis(pemecahan roti).

Kita juga dapat melihat pada 1Korintus 16:2
Pada hari pertamadari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing -- sesuai dengan apa yang kamu peroleh -- menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.

Ini konteksnya adalah pada waktu itu rasul Paulus meminta orang orang Kristen mengumpulkan sumbangan untuk orang orang Yerusalem. Dikumpulkan pada hari Minggu supaya ketika rasul Paulus datang, sumbangan yang dimaksud sudah terkumpul.

Mari kita juga melihat di Kisah Para Rasul ketika Rasul Paulus belum menjadi Rasul tetapi masih menjadi penganiaya.

Kisah Para Rasul 2:42,46
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Aktivitas orang Kristen awal juga sudah memecah mecahkankan roti saat berkumpul meski dilakukan di rumah masing-masing secara bergilir.

Kenapa dirumah-rumah, karena orang Kristen awal belum memiliki bangunan Gereja. Mereka memiliki Gereja baru pada abad ke 4.

Bagaimana memecahkan roti itu terjadi.

Yang Pertama Kita lihat dalam Tradisi Suci (tulisan yang menjelaskan apa yang terjadi selain dari yang tertulis di Alkitab).
Kitab Apologia yang disusun oleh Yustinus Martir tahun 155
(Jika kita lihat penyusunan Kitab Apologia adalah tahun 155 berarti betapa dekatnya dengan zaman para Rasul jika kita ingat Rasul Yohanes hidup sampai pada tahun 90 yang menandakan bahwa mata rantai umat Katolik dari zaman kuno / zaman para Rasul tidak terputus atau dapat dipercaya)
Kitab Apologia oleh Yustinus Martir tersebut juga ditulis dalam KGK artikel 1345 berbunyi demikian;
Pada hari yang dinamakan hari Matahari , semua orang berkumpul....
Tulisan tulisan para Rasul dan kitab-kitab para nabi dibacakan...(saat ini disebut Liturgi Sabda)

Setelah itu pembaca berhenti, pemimpin memberi satu wejangan...(saat ini disebut Homili)

Sesudah itu, kami semua berdiri...melambungkan doa kesurga...(saat ini disebut doa umat)

Lalu, kepada pemimpin...dibawakan roti dan satu cawan dengan campuran air dan anggur...(persis pada zaman ini masih dilakukanoleh orang Katolikdimana air dan anggur dicampur terlebih dahulu sebelum dibawa ke altar). 
Selanjutnya Pemimpin mengambilnya, melambungkan pujian dan syukur kepada Bapa semesta alam atas nama Putra dan Roh Kudus (saat ini disebut Doa Syukur Agung), dan menyampaikan ucapan terima kasih [eukharistia]... (Jadi kata Ekaristi atau Eukharistiasudah ada sejak tahun 155.)

...Sesudah doa...seluruh umat yang hadir lalu mengatakan Amin. (hal sepele mengatakanAminsudah dilakukan sejak para rasul, ditulis oleh Santo Yustinus Martir dan masih dilakukan oleh orang Katolik pada zaman sekarang).

Artinya bahwa pernak pernik yang dilakukan oleh orang Katolik sekarang bukan hasil karangan belaka karena sejatinya sudah ada sejak zaman para Rasul.

Selanjutnya,...setelah pemimpin menyelesaikan ucapan terima kasih(Doa Syukur Agung)...para diakon...membagi bagikan kepada setiap orang yang hadir roti yang telah diberkati dengan penuh syukur [eukharistia] dan anggur yang telah dicampur dengan air.

...dan membawakannya [komuni] juga untuk mereka yang tidak hadir.(maksudnya yang karena kesulitan, karena sakit dsbnya)

Jadi mengirim komuni kepada mereka yang sakit, yang sudah sepuh yang tidak bisa berkumpul, itu sudah dilakukan sejak zaman para rasul, sudah ada pada tahun 150an.

Tahun 155 ditulisnya berarti peristiwa yan terjadi sebelum itu...kirim komuni sesimpel itu sudah dilakukan orang Katolik 2000 tahun lamanya.

Apa yang dimaksud pada hari yang dinamakan Hari Matahari, semua orang...berkumpul...

Maksudnya demikian.
Yustinus Martir menulis asli dalam bahasa Yunani dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Latin.
Sebagai orang yang menulis dalam bahasa Yunani dia hidup pada jaman Greco-Roman(orang yang hidup dalam adat istiadat kultur dan kebudayaan Yunani dan Romawi.)
Maka ketika dia menulis sesuatu tentu saja ada pengaruh pada kultur Greco-Roman karena pada waktu itu Romawi dan Yunani menyatu seperti satu kesatuan. Termasuk dalam cara menyebut nama nama hari.

Pada zaman itu orang orang Greco-Roman menyebut nama nama hari sesuai dengan nama nama planet karena pada zaman kuno orang orang Greco-Roman masih menyembah dewa-dewa.

Dan Dewa dewa itu diasosiasikan pada planet planet dilangit. Ada Matahari, Bulan, Saturnus, Jupiter, dan sebagainya diurutkan dari yang besar ke yang kecil.

Maka Hari pertama dalam pekan disebut Day of the Sun atau Sunday yang dalam bahasa latin kemudian disebut Dies Solis atau kita artikan Hari Matahari .
Hari kedua disebut Day of the moon (Monday) dan seterusnya.

Belum ada hari Minggu, karena waktu itu orang Kristen juga masih tertindas, sehingga harus mengikuti apa yang pada waktu itu umum dipakai.

Maka dari itu pada kitab Apologia tertulis
Pada hari yang dinamakan hari Matahari , semua orang berkumpul....

Dan jika kita baca sekarang maka dapat juga kita baca
Pada hari yang dinamakan hari Minggu , semua orang berkumpul....


Yang Kedua pada Didakhe Bab XIV tertulis
Tiap tiap hari Tuhan, berkumpullah, lakukan pemecahan roti dan ucapan syukur setelah mengaku dosa supaya persembahanmu murni.(mengaku dosa juga sudah ada, sudah dilakukan oleh orang Kristen awal)

Kesimpulannya bahwa hari Minggu adalah hari yang dipakai untuk beribadat orang orang Kristen awal, dan pada awalnya disebut Hari Matahari(Sunday).

Pada perkembangan selanjutnya karena orang orang Kristen semakin banyak, maka membuat orang Kristen lebih bebas. Bahkan kemudian Kaisar Romawi yaitu Kaisar Konstantinus juga masuk menjadi Kristen sehingga nama yang tadinya Hari Matahari diubah menjadi Dominica. Itu terjadi sekitar tahun 300an Masehi.


Libur Pada Hari Minggu
Setelah Kaisar Konstantinus masuk menjadi Kristen maka banyak hal yang ia lakukan untuk mendukung orang orang Kristen termasuk mengeluarkan Dekrit.

Dekrit Kaisar Konstantinus (7 Maret 321) berbunyi :
Pada Hari Matahari , para pegawai dan rakyat harus tinggal dikota untuk istirahat, tempat-tempat kerja harus tutup.

Inilah yang pertama didunia bahwa hari yang pertama dalam pekan yaitu hari Sunday atau hari Tuhan itu dibuat sebagai hari Libur.

Selanjutnya kalau kita buka dalam Tradisi suci yaitu dalam Kanon(point keputusan) Konsili Laodikea Kanon XXIX (Tahun 363) dikatakan:
Orang Kristen jangan menjadi Yahudi dengan beristirahat pada hari Sabat, melainkan harus bekerja pada hari itu; lebih baik menghormati Hari Tuhan, dan sebagai orang Kristen sedapat mungkin istirahat pada hari Tuhan. Barang siapa menjadi Yahudi,anathema.
Kesimpulannya bahwa pada tahun 363 Day of the Sun sudah berubah menjadi Day of the Lord.

#Jadi Kesimpulan
Mengapa hari pertama atau hari Minggu dibuat libur oleh Kaisar Konstantinus, karena menurutnya sudah sejak zaman para Rasul hari pertama sudah dipakai untuk hari peribadatan(ekaristi).
Kenapa hari Minggu sebagai hari Libur bisa menyebar keseluruh dunia, karena Kalender yang dipakai adalah Kalender oleh orang Romawi dan karena Kalender itu ada yang salah maka diperbaiki oleh Gereja Katolik menjadi Kalender Gregorian dan ditetapkan oleh Paus Gregorius.

Kalender orang Katolik itulah yang dipakai oleh seluruh dunia sampai saat ini. Di Indonesia Kalender Gregorian tersebut dikenal dengan nama Kalender Masehi.

Dan karena sejak tahun 300an Minggunya libur dipakai di Eropa berabad abad Minggunya juga libur menyebar keseluruh dunia Minggunya tetap libur karena apa karena Minggu adalah Dies Dominica=Harinya Tuhan.

Posting Komentar untuk "Mengetahui Sejarah Hari Minggu menjadi Hari Libur"

close