Kisah dan Teladan Santa Elisabet dari Hungaria (17 November) Beserta Arti dan Variasi Nama | Pelindung Lembaga Penderma

Kisah orang kudus yang diperingati setiap Bulan November dalam Gereja Katolik salah satunya adalah Santa Elisabet dari Hungaria.

Ia adalah seorang puteri raja Hungaria, yang kemudian membangun rumah tangga dengan sorang raja negeri lain, dan mendapatkan 3 orang anak.

Walaupun dengan kekayaan yang mengelilinginya, ia tetap memiliki kesederhanaan hidup dan selalu menjaga kesucian hatinya. Ia rela berbagi dan bersedekah untuk orang-orang kecil dan papa.

Setelah Suaminya meninggal, ia memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya menjalani panggilan, meninggalkan keluarga dan anak menjadi seorang biarawati.

Karena kisah hidup dan keteladannya, ia diakui sebagai pelindung lembaga-lembaga amal yang selalu memperjuangkan kehidupan orang-orang miskin dan papa.

Kisah Hidup Santa Elisabet dari Hungaria

Elisabet dilahirkan di sebuah kastil di Sarospatak, Hungaria, pada tanggal 7 Juli 1207, dari pasangan Raja András II dari Hongaria dan Gertrud dari Andechs-Merania.

Ia menjadi seorang puteri yang cantik dan menawan. Pada masa kecilnya ia sudah dibawa ke istana raja Thüringen di Jerman Tengah, untuk menjadi calon mempelai bagi pangeran Thüringen. Hal itu dimaksudkan sebagai salah satu cara penguatan politik di kedua negara.

Dan ketika memasuki usia 14 tahun, Elisabet menikah dengan ludwig. Dan pada tahun yang sama di tahun 1221, suaminya diangkat atau diberikah tahta sebagai Ludwig IV dari Thüringen.

Dalam hidup pernikahannya mereka bisa merasakan kebahagiaan. Raja ludwig sungguh mencintai istrinya yang begitu cantik jelita, dan Elisabet pun begitu mencintai suaminya yang begitu tampan dengan sepenuh hati.

Kasih mereka saling terbalaskan dan menjadikan keluarga yang bahagia yang kemudian dikaruniai dengan 2 orang anak dari pernikahan mereka, (dan satu anak lagi lahir ketika tidak lama dari kematian suaminya)

Pada masa remaja yang juga masa menjalani pernikahannya, datanglah biarawan Fransiskan. Dengan Mereka Elisabet mengisi kehidupan rohaninya, belajar tentang cita-cita dari Fransiskan. Dan bukan hanya itu, Elisabetpun secara perlahan mulai mendalaminya.

Dengan Spiritualitas yang didapatkan tersebut, Elisabet menjadi seorang yang kaya namun memiliki hati penderma, ia mendirikan sebuah usaha amal.

Sang suami ludwig tidaklah kecewa dengan apa yang dilakukan Elisabet, malah ia mendukung dan berkeyakinan bahwa dengan mendistribusikan kekayaannya menolong yang miskin akan memberinya hadiah keabadian. Namun di sisi lain, keluarga yang lain tidak menyukainya, karena dianggap sebagai pemborosan terhadap harta suami.

Ada sebuah warisan cerita, yang menjadikan lambang bagi dirinya "Ratu yang membawa Sebakul Bunga Mawar"
Suatu ketika Elisabet secara diam-diam keluar membawa sebakul roti, dan banyak pakaian, lalu tiba-tiba terlihat dan bertemu tdak sengaja dengan Ludwig suaminya. " Apa yang kau bawa Elisabeth?", seru suaminya. Elisabet bingung dan harus menjawab apa. Namun seperti bukan kemauannya sendiri, Elisabet menjawab:"Bunga Mawar, suamiku." Suaminya tak percaya, lalu ia membuka bungkusan itu, dan sebuah keajaiban, ternyata yang dibawa Elisabet berubah menjadi bunga mawar yang segar. Yang Maha baik melindungi Elisabet. Raja Ludwig semakin menyayanginya.


Pada tahun 1226, dimusim semi saat itu terjadilah sebuah malapetaka, seperti wabah, banjir, kelaparan di daerah Thüringen.

Namun pada saat itu Ludwig sebagai pendukung Kekaisaran Romawi ( Hohenstaufen Friedrich II), ia mewakili dan pergi ke Italia dalam sebuah Reichstag (Parlemen Negara) di Cremona, Italia.

Keadaan itu membuat Elisabet berusaha keras mengendalikan pemerintahan dalam negeri dan mendistribusikan bantuan kesemua bagian wilayah yang terkena bencana, bahkan sampai mendermakan jubah kenegaraan beserta hiasannya kepada orang miskin.

Ia juga mendirikan sebuah rumah sakit dengan kapasitas 28 ranjang di bawah Kastil Wartburg. Elisabet dengan rajin mengunjungi rumah sakit tersebut setiap hari untuk merawat mereka yang menderita dan sakit.

Kehidupan kedermawanan Elisabet terus terpupuk dengan suami dan keluarga yang bisa mendukungnya. Namun suatu ketika di usia 20 tahun, hidup Elisabet berubah drasti kala, sang suami meninggal dunia.

ludwig meninggal dunia pada 11 September 1227 terkena sebuah wabah Otranto, Italia, dimana ia sedang bergabung dengan Perang Salib Keenam. Jenzah Ludwig di kembalikan ke Elisabet tahun 1228 dan dimakamkan di Reinhardsbrunn.

Suamnya yang menyanyanginya meninggal membuat seakan dunia yang ia jalani juga mati untuk hari itu "Ia sudah mati. Sepertinya untukku seluruh dunia mati hari ini."

Mulai saat itu ia berjanji bahwa ia tidak akan menikah lagi, dan akan melanjukkan kehidupannnya sebagai seorang biarawati.

Keputusan tersebut tidak mendapatkan restu dari keluarga besar kerajaan. Ia juga sudah tidak suka karena kebiasaan derma membagi-bagikan makanan dan pakaian bagi orang miskin. Rasa itu tidak bisa muncul semasa ludwig, sang suami masih hidup, namun setelah Ludwig meninggal rasa dan tindakan tidak suka itu mulai dimunculkan secara jelas;.

Menurut cerita tradisi, Elisabet di usir dari istana dan menjalani kehidupan di luar istana. Ia merasakan penderitaan, kelaparan dan kedinginana, namun keadaan itu tidak membuatnya menyerah, malahan semakin menguatkan ia untuk menjalaninya sebagai keyakinana apa yang telah dihayatinya, serta bersyukur karena boleh merasakan dan meneladani semangat kemiskinan St. Fransiskus Asisi.

Dalam kedaan itu, masih ada saudara-saudara Elisabet yang ingin menolongnya. Pamannya membawa pulang Elisabet ke Kastilnya di Pottenstein, namun di sana ia diperlakukan bagai seorang tawanan.

Dari banyak pihak keluarga bahkan dari uskup yang menjabat saat itu memaksanya untuk menikah lagi. Elisabet tetap mempertahankan pendiriannya, dan berpegang teguh pada sumpahnya. Ia suatu ketika pernah mengungkapkan bahwa ia mengancam akan memotong hidungnya sendiri supaya tidak ada pria yang akan tertarik dan menikahinya.

Keteguhan itu, membuat pemaksaan untuk menikah lagi gagal total. Elisabet melepaskan anak-anaknya dan keluarga besarnya.

Elisabet memutuskan untuk bergabung dengan ordo ketiga Fransiskan yang telah memberikan spirit hidup banginya sejak ia kecil.

Dengan harta dan mas kawin yang masih tersisa, ia mendirikan sebuah Rumah Sakit di Marburg sebuah Marburg kota yang sekarang menjadi pusat pemerintahan distrik (kreis) Marburg-Biedenkopf, negara bagian Hessen, Jerman.

Elisabet menjalani kehidupan bersama Ordo Fransiskan dengan melayani yang miskin dan sakit, bahkan pernah diceritakan ia sampai pergi memancing uantuk mendapatkan tambahan uang untuk membeli obat-obatan bagi kaum miskin yang dikasihinya.

Ia menjalani hidupnya sampai pada usia 24 tahun. Ia meninggal pada 17 November 1231 di Marburg yang disebabkan kejadian alami, karena sakit dan keletihan fisik.

Setelah meninggalnya Elisabet, terjadi banyak mukjizat terutama sebuah kejaiban dalam penyembuhan yang terjadi di makamnya di dalam gereja dan di rumah sakit yang didirikannya.

Oleh keajaiban-keajaiban yang sering terjadi karena perantaraan Elisabet ini, maka atas perintah Paus diadakanlah penyelidikan-penyelidikan yang berkelanjutkan hingga sampai pada membuktikan alasan yang cukup untuk memberikan Gelar Kudus (kanoninasi ) pada Elizabeth.

Pada tahun 1235 di Kota Perugia Italia; Paus Gregorius IX memaklumkan secara resmi Elizabeth dari Thuringia sebagai seorang Santa.

Jenazah Santa Elisabet dibaringkan di sebuah altar dari emas yang masih dapat dilihat sampai sekarang di Gereja St. Elisabeth di Marburg.

Namun gereja ini pada masa reformasi Protestan diambil oleh para pengikut Protestan sampai kini, namun umat Katolik masih boleh menggunkan gerja tersebut untuk beribadah di dalamnya sampai kini pula.

Ringkasan Kisah Santa Elisabet dari Hungaria

Seorang Santa dengan teladan kedermawananannya. Seorang Ibu tiga anak yang menjadi seorang Biarawati Fransiskan.
  • Lahir: Bratislava, HUngaaria 7 Juli 1207 ; Meninggal: 17 November 1231 di Marburg
  • Peringatan :17 November
  • Pelindung :Santa Pelindung Lembaga-lembaga Amal
  • Lambang: Ratu yang membawa Sebakul Bunga Mawar
  • Kanonisasi: 27 Mei 1235 oleh Paus Gregorius IX


Variasi Nama "Elisabet"

  • Elisabeth, Elsabeth, Elyzabeth, Elisabeth (English),
  • Zabel (Armenian),
  • Elixabete (Basque),
  • Elisabet (Biblical Greek),
  • Elisheba (Biblical Hebrew),
  • Elisabeth (Biblical Latin),
  • Elisaveta (Bulgarian),
  • Elizabeta (Croatian),
  • Alžběta, Izabela, Eliška (Czech),
  • Elisabet, Elisabeth, Isabella, Eli, Elise, Ella, Else, Lilly, Lis, Lisa, Lisbet, Lise (Danish),
  • Elisabeth, Isabella, Isabelle, Betje, Elise, Elly, Els, Else, Elsje, Ilse, Isa, Lies, Liesbeth, Liese, Liesje, Lijsbeth, Lisa (Dutch),
  • Eliisabet, Liisa, Liisu (Estonian),
  • Elisabet, Eliisa, Elisa, Elsa, Liisa, Liisi (Finnish),
  • Élisabeth, Isabel, Isabelle, Babette, Élise, Lili, Lilian, Liliane, Lilianne, Lise, Lisette (French),
  • Sabela (Galician),
  • Eliso (Georgian),
  • Elisabeth, Isabel, Isabelle, Bettina, Elisa, Elise, Elli, Elsa, Else, Ilsa, Ilse, Isa, Isabell, Isabella, Lies, Liesa, Liese, Liesel, Liesl, Lili, Lilli, Lisa, Lisbeth (German),
  • Elisavet (Greek), Elikapeka (Hawaiian),
  • Elisheva (Hebrew),
  • Elizabeth, Izabella, Bözsi, Erzsi, Liza, Zsóka (Hungarian),
  • Elísabet (Icelandic),
  • Eilís, Eilish, Isibéal, Sibéal (Irish),
  • Elisabetta, Isabella, Elisa, Elsa, Isa, Liana, Liliana, Lisa (Italian), Elžbieta, Elzė (Lithuanian), Elisaveta (Macedonian),
  • Ealisaid (Manx),
  • Ibb (Medieval English),
  • Isabel (Medieval Occitan),
  • Elisabet, Elisabeth, Isabella, Eli, Elise, Ella, Else, Lilly, Lis, Lisa, Lisbet, Lise (Norwegian),
  • Isabèl (Occitan),
  • Elżbieta, Izabela, Izabella, Eliza, Liliana (Polish),
  • Isabel, Belinha, Elisa, Elisabete, Isabela, Liana, Liliana (Portuguese),
  • Lílian (Portuguese (Brazilian)),
  • Elisabeta, Isabela, Isabella, Liliana (Romanian),
  • Elizaveta, Yelizaveta, Liza, Lizaveta (Russian),
  • Ealasaid, Elspet, Elspeth, Iseabail, Ishbel, Isobel, Beileag, Lileas, Lilias, Lillias (Scottish), Jelisaveta (Serbian),
  • Alžbeta, Eliška (Slovak),
  • Elizabeta, Špela (Slovene),
  • Isabel, Ysabel, Elisa, Isa, Isabela, Isabella, Liliana (Spanish),
  • Elisabet, Elisabeth, Isabella, Elise, Ella, Elsa, Lilly, Lis, Lisa, Lisbet, Lise (Swedish)

BENTUK PENDEK :
  • Bess, Bessie, Beth, Betsy, Bette, Bettie, Betty, Buffy, Elisa, Eliza, Ella, Ellie, Elly, Elsa, Elsie, Elyse, Libbie, Libby, Liddy, Lilian, Lilibet, Lilibeth, Lillia, Lillian, Lisa, Lise, Liz, Liza, Lizbeth, Lizette, Lizzie, Lizzy, Tetty, Bettye, Elle, Leanna, Leesa, Liana, Liliana (English)

Arti nama "Elisabet"

Berasal dari kata Yunani : Ελισαβετ (Elisabet), yang aslinya berasal dari kata Ibrani : אֱלִישֶׁבַע ('Elisheva') yang berarti : Tuhan adalah Hidupku / Tuhan saya adalah kelimpahan / Pemuja Tuhan

Posting Komentar untuk "Kisah dan Teladan Santa Elisabet dari Hungaria (17 November) Beserta Arti dan Variasi Nama | Pelindung Lembaga Penderma"

close